ALBANA

BIOGRAFIS----
Orang tua saya memberikan nama kepada saya Albana. Sederhana dan ringkas. Tak ada embel-embel di depan atau di belakang nama itu. Sama dengan nama 5 saudara saya yang lainnya, kecuali anak bungsu kedua orang tua saya itu dengan dua patah kata. Satu kata, sudah cukup, bagi saya yang lahir di Sungailiat, Bangka 12 Juli 1970.
Kelak dikemudian hari, ketika duduk di bangku kuliah jurusan Pendidikan Sejarah IKIP Jakarta (kini berubah menjadi Universitas Negeri Jakarta) barulah saya tahu tentang nama ini, “Hasan Albana, apa hubungannya Anda dengan tokoh Ikhwanul Muslim asal Mesir itu?” tanya seorang dosen mata kuliah Sejarah Timur Tengah saat saya mengikuti matakuliah itu. Saya terdiam, tak mampu menjawab, setelah itu sayapun bergegas mencari sosok Hasan Albana di rak buku perpustakaan kampus karena belum ada Om Google.
Saya bersyukur, Bapak saya hanya mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat itu mendapat inspirasi nama Hasan Albana. Bisa jadi kebiasannya  mendengar siaran berita dari radio BBC London setiap pukul 06.00 WIB itu menjadi isnpirasinya. Sebab  kisah penjuru dunia hanya mengandalkan BBC London masa itu.
Saya lahir Era 70-an,  ekonom menyebutnya Baby Bomber, mana kala Indonesia menikamati rejeki ekspor minyak bumi. Tapi saya harus menerima kenyatakan, ketika bapak saya di PHK oleh perusahaan BUMN pertambangan timah PT TIMAH Tbk secara sepihak. Alasan PHK  yang ribut di luar sana keterlibatan pegawai BUMN dengan Serikat Buruh Tambang. Hingga orang tua saya meninggal tak pernah jelas alasan pemecatan tanpa pesangon itu. Bapak, hanya satu dari ribuan korban pemecatan sepihak itu.
Dari keadaan ini kami harus dituntut untuk berjuang hidup mandiri. Ditempa oleh keadaan ini pula, sejak masuk sekolah dasar (SD) Nomor 3 Sungailiat hingga saya menamatkan bangku kuliah tahun 1995, saya sudah terbiasa untuk hidup mandiri. Bahkan sayalah anak pertama dari tujuh bersaudara menjejak kaki di perguruan tinggi. Kakak sulung saya drop out, karena biaya. Empat kakak perempuan saya memilih Sekolah Pendidikan Guru agar cepat bekerja.
Di bangku kuliah inilah saya sebenarnya menempa diri. Bersinggungan dengan dunia luar, berkenalan dengan dunia aktivis kampus. Saya mencatat tahun 1992 pertama kali ikut demo di DPR RI Senayan menuntut Soeharto untuk tidak mencalonkan sebagai persiden untuk kelima kalinya. Dari sinilah kemudian kedekatan dengan aktivis kampus pro demokrasi mulai saya ikuti hingga lulus kuliah. Tahun 1992 ketika Soherato memberidel Majalah Tempo, Editor, dan Taboid Detik, saya pun bersama teman pers kampus turun kejalan, menentang arogansi penguasa yang menggusur kemerdekaan pers.
Pernah menjadi guru SMA. Bekerja  di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan yang bertugas di pedalaman hutan belantar Provinsi Riau dan Jambi,pernah saya lakoni. Sebelum akhirnya saya memutuskan untuk terjun ke dunia jurnalistik sebagai reporter sebuah media lokal di kampung halaman, Bangka Belitung. Memasuki dunia pers,keinginan saya bisa  mendorong pers di daerah menjadi profesional, di tengah stigma buruk tentang pers.
 Hampir 15 tahun di dunia pers, memulai sebagai reporter, kepala biro, redaktur, manajer, hingga jabatan Wakil Pemimpin Redaksi telah menempa diri saya mengasah nurani, membentengi independensi, objektif, dan mendengar jerit rakyat
Setelah malang melintang di dunia pers, akhirnya saya memutuskan untuk beralih sebagai politisi. Karena hidup dari rakyat, bekerja di tengah rakyat, itulah alasan saya berlabuh di dunia politik. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan adalah pilihan, karena secara ideolgis saya lebih dekat dengan partai besutan Hj Megawati Soekarnoputri, anak kandung pendiri bangsa ini, yang juga Presiden Pertama RI Ir Soekarno. (*)

Komentari Tulisan Ini
Halaman Lainnya
MEDIA

 ISI UNTUK PELIPUTAN

01/06/2020 19:35 WIB - Albana
GERAKAN

PROGAM KERJA

01/06/2020 19:33 WIB - Albana
GAGASAN

IDE DAN BENTUK TULISAN 

01/06/2020 19:32 WIB - Albana
COVID

Apa Itu COVID-19 Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acut

21/05/2019 14:37 WIB - Albana
Struktur Organisasi

Struktur Organisasi 2020

21/05/2019 14:36 WIB - Albana